Webekspres – Raksasa kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, baru saja melewati ujian berat setelah platform bot sembang miliknya lumpuh total selama lebih dari tujuh jam. Gangguan massal ini tercatat sebagai insiden terlama sejak aplikasi ini diperkenalkan ke publik, memicu beragam spekulasi di kalangan pengguna dan pengamat teknologi global.

Kekacauan akses mulai terdeteksi sejak pukul 21.35 malam tadi, di mana pengguna gagal masuk baik melalui situs resmi maupun aplikasi mobile. Berdasarkan data teknis dari laman status DeepSeek, layanan baru benar-benar pulih sepenuhnya pada pukul 10.33 pagi ini. Durasi gangguan yang mencapai 7 jam 13 menit ini secara otomatis merusak rekor reliabilitas platform yang selama ini membanggakan tingkat ketersediaan layanan hingga 99% sejak peluncuran model R1 pada awal 2025 lalu.

Misteri di Balik Tumbangnya Server

Hingga saat ini, pihak manajemen DeepSeek masih memilih untuk bungkam terkait penyebab pasti di balik insiden downtime yang cukup lama tersebut. Namun, ketiadaan penjelasan resmi justru memicu desas-desus di kalangan analis industri. Banyak yang meyakini bahwa gangguan ini bukanlah sekadar masalah teknis biasa, melainkan dampak dari persiapan infrastruktur besar-besaran atau migrasi server untuk menyambut peluncuran model AI generasi terbaru yang sudah lama dinantikan.

Persaingan AI yang Kian Memanas

Insiden ini terjadi di tengah atmosfer persaingan teknologi yang sedang mendidih di Negeri Tirai Bambu. DeepSeek kini tidak lagi melenggang sendirian; nama-nama besar seperti Alibaba, ByteDance, hingga Tencent telah memperkuat persenjataan mereka dengan merilis model AI tandingan yang sangat kompetitif.

Meskipun sebelumnya DeepSeek pernah mengalami kendala teknis kecil akibat lonjakan pengguna, gangguan kali ini dianggap paling signifikan. Durasi yang panjang menunjukkan adanya tantangan serius dalam manajemen beban kerja (workload) pada akses langsung pengguna.

Meski sempat lumpuh, DeepSeek mengonfirmasi bahwa saat ini seluruh sistem telah kembali beroperasi pada level optimal. Tim teknis mereka juga dilaporkan tengah melakukan pemantauan ketat guna menjamin stabilitas jaringan tetap terjaga dan menghindari adanya serangan balik atau gangguan susulan di masa mendatang.

Iklan Webekspres