Webekspres – Seiring dengan pesatnya adopsi kecerdasan buatan Artificial Intelligence dan arus digitalisasi, dunia usaha kini dihadapkan pada tantangan besar: memastikan transformasi teknologi selaras dengan efisiensi nyata. Menanggapi fenomena ini, Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026 siap digelar dengan menghadirkan “7 Power Tracks”—sebuah rangkaian diskusi mendalam yang dirancang untuk membedah problem organisasi secara aplikatif dan terfokus.

Membawa tajuk utama “Harnessing Human-Centric AI and Digitalization to Unlock Next-Level Productivity,” ajang ini memposisikan Power Tracks sebagai panggung utama untuk menggali solusi praktis. Setiap sesi diarahkan untuk menjawab kegelisahan para pemimpin bisnis dan praktisi HR melalui dialog strategis yang dipandu langsung oleh pakar di bidangnya.

Tujuh Pilar Transformasi Organisasi

IHCBS 2026 mengidentifikasi tujuh topik krusial yang akan dikupas tuntas dari berbagai sudut pandang organisasi, antara lain:

  • Future Skills & Workforce Development
  • Operational Excellence in the Digital Era
  • Innovation & Productivity Acceleration
  • Human Sustainability & Well Being
  • AI & Digital Transformation
  • Ethical Leadership & AI Mindset
  • Data Driven People & Culture

Melampaui Sekadar Adaptasi Teknologi

CEO OneGML sekaligus Founder QuBisa, Suwardi Luis, menekankan bahwa sekadar mengikuti tren tidaklah cukup. “Organisasi harus melakukan revolusi pola pikir dan metode kerja secara fundamental. Melalui IHCBS, kami ingin mencetak pemimpin yang tangkas sekaligus tetap mengedepankan aspek kemanusiaan demi kinerja yang berkelanjutan,” tegasnya.

Visi ini diperkuat oleh Yunus Triyonggo, Ketua Steering Committee GNIK, yang menyatakan bahwa esensi teknologi seharusnya menjadi penguat nilai manusia di tempat kerja, bukan justru menghilangkannya. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci untuk mencapai keseimbangan ini.

Di sisi lain, Managing Director KontanNews, Cipta Wahyana, melihat IHCBS 2026 sebagai wadah krusial bagi para pemangku kepentingan. “Kami berharap forum ini menjadi titik temu bagi pengambil kebijakan dan praktisi SDM untuk merumuskan jawaban atas tantangan produktivitas nasional,” tuturnya.

Kolaborasi Global dan Eksklusif

Kekuatan diskusi dalam Power Tracks akan dikawal oleh para pemimpin SDM dari perusahaan raksasa, seperti Dedie Manahera (PT HM Sampoerna), Fahrul Irvanto (Nestlé Indonesia), Herman Cahyadi (GOJEK), Irvandi Ferizal (Maybank Indonesia), hingga Wisnu Prasedyoko (PT Ithaca Resources).

Tidak hanya diskusi kelas dunia, IHCBS 2026 juga menawarkan pengalaman komprehensif melalui Mega Session, AI & Digitalization Zone, hingga kunjungan Benchmark. Dengan kehadiran lebih dari 70 pembicara internasional dan partisipasi 6.000 stakeholders, acara ini menjadi peluang emas untuk membangun jejaring strategis di level tertinggi.

Iklan Webekspres