Webekspres – Industri perfilman dunia tengah bersiap menghadapi transformasi besar dalam ajang penghargaan paling bergengsi, Academy Awards. Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) secara resmi mengumumkan rangkaian regulasi terbaru yang akan mulai diimplementasikan pada gelaran Oscar ke-99 tahun 2027 mendatang. Langkah ini diambil sebagai respons nyata terhadap pergeseran tren industri serta kemajuan teknologi yang kian pesat.

Pembaruan kebijakan ini tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga mengubah fundamental sistem penilaian agar lebih relevan dengan era perfilman modern. Fokus utamanya adalah menjaga kemurnian kreativitas manusia di tengah gempuran teknologi digital. Berikut adalah poin-poin krusial dalam aturan baru Oscar yang perlu Anda ketahui:

1. Peluang Nominasi Ganda bagi Aktor dalam Satu Kategori

Salah satu perubahan yang paling mencuri perhatian adalah dirombaknya sistem nominasi untuk kategori akting. Mulai tahun 2027, seorang aktor atau aktris diperbolehkan mengantongi lebih dari satu nominasi dalam kategori yang sama, asalkan performa mereka dalam judul film berbeda berhasil menembus urutan lima besar perolehan suara terbanyak.

Kebijakan ini bertujuan meminimalisir fenomena category fraud—sebuah taktik lama di mana studio sengaja menempatkan aktor utama ke kategori pendukung hanya demi mengamankan peluang menang. Dengan aturan ini, talenta luar biasa yang membintangi dua film hebat di tahun yang sama tidak perlu lagi “dikorbankan” salah satunya. Jika aturan ini sudah berlaku sejak lama, nama-nama besar seperti Leonardo DiCaprio lewat film The Departed dan Blood Diamond, atau Scarlett Johansson dalam Marriage Story dan Jojo Rabbit, mungkin saja mencatatkan sejarah nominasi yang berbeda.

2. Standar Ketat Penggunaan Teknologi AI

Di tengah perdebatan global mengenai kecerdasan buatan, Oscar mengambil posisi tegas. Akademi menekankan bahwa esensi seni film haruslah berakar dari kontribusi manusia. Regulasi baru ini mengawasi ketat penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksi.

Untuk kategori skenario, naskah yang diajukan wajib murni hasil pemikiran manusia. Begitu pula di sektor akting; hanya individu yang benar-benar berakting secara fisik dan namanya tercantum dalam kredit resmi yang berhak masuk bursa nominasi. Kebijakan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap profesi kreatif agar tidak tergantikan oleh replikasi digital atau manipulasi wajah berbasis AI yang belakangan ini kian marak diperbincangkan.

3. Akses Lebih Luas bagi Film Internasional

Peluang bagi sineas global kini semakin terbuka lebar melalui pembaruan di kategori Film Panjang Internasional. Kini, sebuah negara tidak lagi dibatasi hanya mengirimkan satu perwakilan melalui komite resmi. Film-film berbahasa non-Inggris dapat menempuh jalur mandiri untuk masuk kualifikasi Oscar.

Syarat utamanya adalah film tersebut telah memenangkan penghargaan tertinggi di festival film papan atas dunia, seperti Cannes, Berlinale, Venice, hingga Busan International Film Festival. Perubahan revolusioner lainnya adalah status penghargaan; trofi Oscar nantinya akan diberikan langsung atas nama film dan sutradara secara personal, bukan lagi sebagai representasi diplomatik dari suatu negara tertentu.

Transformasi aturan ini menandakan bahwa Oscar sedang berupaya menjadi ajang yang lebih inklusif, transparan, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam karya seni. Bagi para pecinta film dan pelaku industri, tahun 2027 diprediksi akan menjadi babak baru yang penuh dengan kejutan di panggung Academy Awards.

Iklan Webekspres