Webekspres – Transformasi teknologi kecerdasan buatan AI saat ini tidak sekadar menjadi tren sesaat, melainkan telah merombak total struktur kerja di sektor media serta industri konten digital. Hal ini menjadi sorotan utama dalam agenda iNews Media Group Campus Connect (ICC) hari kedua yang berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Kamis (7/5/2026).

Hadir sebagai pembicara, jurnalis kawakan SINDOnews.com, Danang Arradian—atau yang populer dengan sapaan Cak Dan—membedah bagaimana teknologi kini menyatu dengan keseharian Generasi Z. Menurut pantauan di lokasi, ratusan mahasiswa sudah memadati area Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed sejak pagi untuk mendalami materi mengenai Autotech.

Evolusi Agentic AI: Lebih dari Sekadar Perintah Dalam pemaparannya, Danang menekankan bahwa masyarakat saat ini tengah memasuki era Agentic AI. Teknologi ini setingkat lebih maju dibandingkan AI berbasis perintah (prompt) sederhana seperti yang dikenal selama ini.

Jika dulu pengguna harus mengarahkan AI secara bertahap, Agentic AI memiliki kemampuan untuk mengeksekusi rangkaian tugas kompleks secara mandiri. “Hanya dengan satu komando, misalnya meminta dipesankan transportasi online, ponsel akan memprosesnya langsung tanpa kita harus membuka aplikasi satu per satu,” ungkap Danang.

Fenomena One Man Factory di Industri Kreatif Dampak paling signifikan dari perkembangan ini terasa pada efisiensi kerja. Cak Dan memperkenalkan istilah “One Man Factory”, di mana satu individu kini mampu melakukan pekerjaan yang dulunya membutuhkan tim besar.

Dalam dunia jurnalistik dan pembuatan konten, proses yang melibatkan penulis naskah, editor video, hingga desainer grafis kini bisa diringkas menggunakan berbagai perangkat AI. Kecepatan dalam menyusun ide hingga memproduksi visual kini berada dalam jangkauan layar ponsel.

“Hambatan untuk belajar sekarang sangat minim. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk menciptakan karya berkualitas secara praktis,” tambahnya.

Melalui seminar ini, ditekankan bahwa adaptasi terhadap teknologi terbaru bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi mereka yang ingin tetap relevan di industri kreatif masa depan. Dengan pemanfaatan yang tepat, AI justru menjadi asisten kuat yang meningkatkan produktivitas, bukan sekadar ancaman bagi tenaga kerja manusia.

Iklan Webekspres