Webekspres – Ambisi OpenAI dalam industri teknologi tampaknya mulai merambah ke sektor perangkat keras secara lebih mendalam. Kabar terbaru menyebutkan bahwa raksasa kecerdasan buatan ini berpotensi meluncurkan ponsel pintar besutannya sendiri pada tahun 2028. Perangkat ini diprediksi tidak hanya mengandalkan fitur perangkat lunak, tetapi juga ditenagai oleh prosesor khusus yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan kinerja AI.

Langkah ini sejalan dengan manuver perusahaan pada tahun 2025, di mana OpenAI telah menyepakati kerja sama dengan Broadcom untuk memproduksi chip AI khusus guna menyokong daya komputasi server generasi terbaru mereka. Kini, strategi tersebut nampaknya diperluas ke ranah silicon chip untuk perangkat seluler.

Analisis dari Ming-Chi Kuo melalui platform X mengungkapkan bahwa OpenAI tengah menjalin kemitraan strategis dengan MediaTek dan Qualcomm. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan prosesor seluler yang menjadi tulang punggung ponsel AI masa depan. Produksi massal untuk komponen ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2028. Menurut Kuo, aspek krusial dalam perancangan prosesor ini meliputi efisiensi konsumsi daya, manajemen memori yang hierarkis, serta kemampuan untuk menjalankan model AI dasar secara lokal di perangkat.

Meski memiliki kemampuan lokal, tugas-tugas AI yang lebih berat tetap akan dialihkan ke sistem berbasis cloud, mirip dengan mekanisme yang ada pada ponsel Android flagship saat ini. Pendekatan ini diambil mengingat keandalan AI berbasis awan dalam menangani komputasi kompleks. Detail spesifikasi serta daftar pemasok resmi diharapkan mulai terungkap pada akhir 2026 atau awal 2027.

Laporan dari Android Authority menambahkan bahwa perangkat keras OpenAI ini kemungkinan besar akan memprioritaskan fungsi kecerdasan buatan di atas performa mentah komponen lainnya, sebuah filosofi yang mengingatkan kita pada seri Google Pixel. Selain itu, chipset ini diprediksi membawa fitur always-on agar ponsel dapat terus memahami konteks pengguna secara real-time. Teknologi serupa sebenarnya telah diadaptasi oleh Qualcomm melalui Sensing Hub yang menawarkan skenario hemat energi namun tetap aktif.

Dalam hal produksi fisik, OpenAI dikabarkan menggandeng Foxconn dan Luxshare asal Tiongkok sebagai mitra eksklusif untuk desain dan manufaktur sistem. Sinergi berbagai raksasa manufaktur ini menunjukkan bahwa potongan teka-teki mengenai kemunculan ponsel pintar bermerek OpenAI mulai tersusun dengan rapi.

Iklan Webekspres