Webekspres – Tesla secara resmi mendaftarkan fitur asisten suara terbaru yang ditenagai teknologi AI generatif kepada regulator ruang siber di Shanghai, China. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya raksasa otomotif asal AS tersebut untuk memperkuat taringnya di pasar kendaraan listrik (EV) global yang semakin kompetitif.

Berdasarkan laporan Reuters pada Selasa (21/4/2026), teknologi asisten suara Tesla merupakan satu dari 158 fungsi berbasis kecerdasan buatan yang telah menyelesaikan proses registrasi di Shanghai. Pendaftaran ini menjadi syarat mutlak dari pemerintah Tiongkok guna memastikan setiap inovasi teknologi yang berkembang pesat tetap berada di bawah pengawasan regulasi yang ketat.

Upaya Tesla ini mencerminkan ambisi perusahaan untuk mempertahankan pangsa pasar di Tiongkok, yang merupakan pasar otomotif terbesar di dunia. Saat ini, Tesla masih menunggu lampu hijau dari otoritas setempat agar fitur Full Self-Driving (FSD) mereka bisa dipasarkan secara luas.

Di sisi lain, produsen EV domestik China terus menggempur konsumen dengan berbagai fitur AI canggih untuk menarik minat masyarakat yang sangat adaptif terhadap teknologi. Untuk menghadapi persaingan tersebut, Tesla dikabarkan menjajaki kolaborasi dengan pemain lokal. Laporan internal menyebutkan adanya rencana integrasi teknologi kontrol suara dari Doubao milik ByteDance dan DeepSeek ke dalam ekosistem kendaraan Tesla di China demi memberikan pengalaman berkendara yang lebih relevan bagi pengguna lokal.

Iklan Webekspres