Webekspres – Perkembangan pesat kecerdasan buatan AI generasi terbaru kini menjadi perhatian serius bagi otoritas keuangan di Inggris. Sam Woods, CEO Prudential Regulation Authority (PRA), memberikan peringatan keras mengenai potensi guncangan besar yang dapat melanda sektor layanan keuangan akibat adopsi teknologi ini.

Menurut Woods, kehadiran sistem AI canggih seperti ChatGPT 5.5 Instant serta model Mythos besutan Anthropic membawa tantangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menilai sangat wajar jika industri mulai mengantisipasi adanya disrupsi operasional yang signifikan dalam waktu dekat.

Ancaman Celah Keamanan yang Semakin Canggih

Dalam forum Growth Delivery Summit yang diinisiasi oleh UK Finance, Woods menggarisbawahi kemampuan luar biasa dari model-model AI tersebut dalam mendeteksi titik lemah sebuah sistem keamanan. Hal ini menjadi pisau bermata dua; di satu sisi membantu identifikasi, namun di sisi lain memaksa perbankan untuk melakukan proses penambalan (patching) secara masif dan cepat.

Proses perbaikan sistem yang terburu-buru inilah yang diidentifikasi sebagai pemicu utama potensi gangguan layanan bagi nasabah. “Lembaga keuangan dituntut untuk lebih sigap dan memperketat standar keamanan siber dasar mereka,” ujar Woods.

Urgensi Pertahanan Berbasis AI

Meski membawa risiko, Woods mengakui bahwa teknologi serupa juga menjadi solusi. Penggunaan sistem pertahanan yang juga berbasis AI kini dianggap sebagai kebutuhan mendesak bagi industri perbankan untuk menangkal serangan siber yang kian kompleks.

Sebagai informasi, Anthropic sendiri baru saja merilis model Mythos secara terbatas pada April lalu. Kehadiran teknologi ini disebut-sebut menjadi ujian berat bagi infrastruktur perbankan, terutama bagi institusi yang masih mengandalkan sistem teknologi lama atau legacy systems.

Walaupun tantangan di depan mata cukup besar, sebuah kelompok kerja siber yang dipimpin oleh Bank of England sempat menyatakan bahwa sektor keuangan sebenarnya telah memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika teknologi ini. Kini, bola ada di tangan para pelaku industri untuk segera beradaptasi sebelum celah keamanan tersebut dieksploitasi lebih jauh.

Iklan Webekspres