Webekspres – Universitas Nusa Mandiri (UNM) baru saja mempertegas reputasinya sebagai Kampus Digital Bisnis melalui pencapaian membanggakan di kancah global. Mahasiswa perguruan tinggi ini sukses memamerkan karya inovatif mereka dalam kompetisi bertajuk BRICS Industrial Innovation Contest 2026 Indonesia Overseas Qualification. Perhelatan bergengsi yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta ini menjadi panggung kolaborasi bagi negara-negara anggota BRICS dalam memacu transformasi industri lewat teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Adhitya Januarizky Hadi Putra, seorang mahasiswa dari Program Studi Magister Informatika (S2) UNM, memimpin timnya yang beranggotakan Febrialdo Haudi dan Daffa Reivan Fathur Rahman untuk memperkenalkan Zavora Life. Mengusung filosofi “All-in-One Health, Better Living”, platform ini dirancang sebagai solusi kesehatan digital masa depan yang berbasis pada kecerdasan buatan.

Zavora Life sendiri merupakan evolusi dari platform “Sehat Rasa” yang kini bertransformasi menjadi ekosistem layanan medis yang jauh lebih cerdas dan terpadu. Berbagai fitur canggih disematkan di dalamnya, seperti AI Symptom Checker untuk pengecekan gejala awal, AI Health Analytics, hingga sistem konsultasi digital yang personal.

Pengguna dapat menikmati layanan menyeluruh dalam satu aplikasi, mulai dari reservasi dokter, asisten medis virtual bernama ZavoBot, hingga fitur gaya hidup seperti kalkulator BMI dan jurnal kesehatan harian. Secara teknis, aplikasi ini dibangun dengan infrastruktur yang kokoh menggunakan Laravel Framework dan PostgreSQL, memastikan keamanan data serta responsivitas sistem yang tinggi bagi penggunanya.

Menurut Adhitya, motivasi utama di balik lahirnya Zavora Life adalah untuk mendukung pola hidup sehat masyarakat secara masif dan berkelanjutan. Ia meyakini bahwa teknologi AI memiliki peran krusial dalam menciptakan layanan kesehatan yang lebih personal bagi setiap individu.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting Nusa Mandiri Innovation Center (NIC) yang secara konsisten membina ekosistem kreatif di lingkungan kampus. Fitra Septia Nugraha selaku Kepala NIC menegaskan komitmen UNM untuk terus mencetak inovator yang tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan pencipta solusi digital yang berdampak nyata bagi dunia industri.

Fitra berharap Zavora Life dapat berkembang menjadi platform yang diaplikasikan secara luas oleh masyarakat, bukan hanya berhenti di level kompetisi. Keikutsertaan tim UNM dalam ajang BRICS 2026 ini semakin mengukuhkan posisi Universitas Nusa Mandiri sebagai institusi yang aktif melahirkan talenta unggul di bidang Digital Healthcare dan Smart System berskala internasional.

Iklan Webekspres