Webekspres – Pemerintah memastikan program insentif kendaraan listrik akan tetap dilanjutkan sebagai bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan industri otomotif nasional. Kebijakan tersebut direncanakan terhubung dengan pengembangan motor serta mobil buatan dalam negeri yang saat ini sedang dipersiapkan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa skema bantuan untuk kendaraan listrik akan diarahkan agar dapat memperkuat proyek kendaraan nasional.

Menurut Airlangga, pemerintah masih akan mengkaji bentuk dan mekanisme insentif yang paling sesuai. Salah satu pertimbangannya adalah keterkaitan program tersebut dengan produksi motor listrik maupun mobil nasional.

“Hal itu nantinya akan dilihat dan dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional,” kata Airlangga setelah ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Rencana tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai kehadiran motor listrik nasional yang diproduksi oleh industri dalam negeri. Kendaraan tersebut disebut akan diperkenalkan kepada masyarakat dalam waktu dekat.

Prabowo menyampaikan bahwa peluncuran motor listrik nasional diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Presiden berharap kendaraan listrik buatan Indonesia nantinya dapat digunakan secara luas, termasuk oleh para petani untuk mendukung mobilitas dan kegiatan produktif sehari-hari.

Selain mengembangkan sepeda motor listrik, pemerintah juga tengah mendorong lahirnya mobil nasional yang dirancang dan diproduksi oleh sumber daya manusia Indonesia.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia perlu memiliki produk otomotif sendiri agar industri nasional tidak terus bergantung pada kendaraan dari luar negeri. Ia juga menyinggung penggunaan kendaraan taktis Maung oleh TNI dan Polri sebagai salah satu contoh produk dalam negeri yang mulai dimanfaatkan oleh institusi negara.

Ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo mengaku memilih kendaraan buatan Indonesia tersebut meskipun biaya produksinya lebih tinggi dibandingkan sejumlah kendaraan impor.

Keputusan itu diambil untuk memberikan kesempatan kepada produsen dalam negeri agar terus berkembang dan mampu menghasilkan kendaraan nasional yang kompetitif.

Melalui kelanjutan insentif kendaraan listrik dan dukungan terhadap produk lokal, pemerintah berharap industri otomotif Indonesia semakin mandiri. Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan penggunaan teknologi ramah lingkungan sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pengembangan kendaraan karya anak bangsa.

Iklan Webekspres