Webekspres – Metode promosi dan distribusi materi judi online (judol) di ranah maya rupanya terus bertransformasi. Perusahaan keamanan siber Kaspersky membeberkan bahwa para pelaku kini tak lagi bergantung pada iklan spanduk digital ataupun situs web statis seperti tahun-tahun sebelumnya. Fokus pergerakan mereka telah beralih ke pemanfaatan jaringan akun media sosial fiktif serta mekanisme otomatisasi.

Strategi baru ini dijalankan dengan memanfaatkan celah interaksi di berbagai platform sosial. Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra, menjelaskan bahwa materi promosi tersebut sekarang kerap disisipkan lewat kolom komentar pada konten-konten yang sedang viral, akun dengan tingkat keterlibatan tinggi, pengiriman pesan langsung (direct message), hingga penggunaan URL singkat dan tautan sementara.

“Kami mencermati adanya peralihan yang cukup kontras. Strategi distribusi mereka bergeser dari model situs web yang kaku menuju pendekatan yang jauh lebih adaptif dan berjalan secara otomatis,” ungkap Defi, merujuk pada temuan terbaru terkait keamanan siber.

Pola baru ini dinilai mempermudah materi promosi menjangkau audiens secara luas dalam waktu singkat. Penggunaan bot serta akun botnet buatan membuat penyebaran spam terasa lebih alami dan dinamis, sehingga sering kali meloloskan iklan tersebut dari penyaringan otomatis platform sebelum akhirnya ditindak. Perubahan modus operandi ini memicu ancaman baru yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari para pengguna internet harian.

Iklan Webekspres