Webekspres – Nilai tukar rupiah terpantau kembali mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan Kamis (25/6) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah tipis sebesar 11 poin atau setara 0,06 persen, yang membawa posisinya kini bertengger di level Rp17.963 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Dinamika pergerakan valuta asing di kawasan Asia sendiri menunjukkan tren yang cukup bervariasi terhadap pergerakan dolar AS. Beberapa mata uang regional berhasil mencatatkan penguatan, di antaranya ringgit Malaysia yang melesat 0,52 persen, peso Filipina menguat 0,18 persen, serta yen Jepang yang naik tipis 0,03 persen.

Sebaliknya, beberapa mata uang utama Asia lainnya justru bernasib sama dengan rupiah. Yuan China terpantau terkoreksi sebesar 0,03 persen, diikuti oleh won Korea Selatan yang mengalami depresiasi cukup dalam hingga 0,40 persen. Sementara itu, dolar Singapura dan dolar Hong Kong dilaporkan bergerak relatif stagnan tanpa perubahan berarti.

Dolar AS Dominan, Mata Uang Negara Maju Ikut Terbelah

Arah pergerakan yang fluktuatif ini nyatanya tidak hanya memukul pasar berkembang, tetapi juga menjalar ke sejumlah mata uang utama negara maju. Di zona hijau, franc Swiss berhasil menguat sekitar 0,04 persen dan poundsterling Inggris merangkak naik tipis 0,01 persen.

Kondisi bertolak belakang menimpa dolar Australia yang harus rela terkoreksi sebesar 0,09 persen. Pelemahan ini juga diikuti oleh mata uang bersama eropa, euro, serta dolar Kanada yang masing-masing melemah sebesar 0,01 persen terhadap dominasi dolar AS.

Ekspektasi Suku Bunga AS Jadi Biang Keladi

Analis pasar mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memaparkan bahwa posisi rupiah hari ini memang masih sangat rentan terhadap tekanan eksternal. Menurut analisisnya, motor utama penguatan dolar AS di pasar global tidak lain dipicu oleh menguatnya ekspektasi pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Sikap agresif dari The Fed tersebut sukses mendongkrak indeks dolar AS hingga meroket dan mencetak rekor tertinggi baru dalam kurun waktu 13 bulan terakhir. Berdasarkan kalkulasi teknikal dan sentimen makro yang berkembang, pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini diperkirakan akan bergulir dalam rentang harga yang cukup lebar, yakni di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Iklan Webekspres