Webekspres – Mengonsumsi makanan ringan atau camilan menjelang waktu tidur sering kali menjadi sebuah kebiasaan yang sulit dihentikan, terutama ketika perut mendadak keroncongan di tengah malam. Fenomena ini juga kerap dijumpai pada momen-momen tertentu seperti bulan puasa, di mana ada kecenderungan untuk makan dalam porsi besar saat berbuka hingga larut malam sebagai bentuk pelampiasan rasa lapar seharian.

Kendati demikian, Anda perlu meningkatkan kewaspadaan secara mandiri. Faktanya, tidak semua hidangan ramah bagi sistem pencernaan ketika metabolisme tubuh mulai melambat di malam hari. Mengonsumsi asupan yang keliru justru dapat memicu naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan, sekaligus merusak siklus istirahat berharga Anda.

Demi menjaga kualitas tidur tetap optimal dan terhindar dari gangguan pencernaan, berikut adalah beberapa daftar makanan yang sebaiknya Anda eliminasi dari menu makan malam maupun camilan larut malam:

  • Tomat beserta Produk Olahannya: Walaupun kaya akan nutrisi, buah tomat menyimpan kadar keasaman yang tergolong tinggi. Menikmati hidangan berbasis tomat sesaat sebelum berbaring berisiko memicu iritasi dinding kerongkongan, khususnya bagi para penderita refluks asam lambung atau GERD.

  • Cheeseburger: Kuliner padat yang sarat akan lemak jenuh ini memerlukan waktu pengerjaan yang jauh lebih lama di dalam usus. Bukannya beristirahat dengan tenang, organ dalam tubuh Anda malah dipaksa bekerja ekstra keras untuk mengurai makanan berat saat Anda terlelap.

  • Donat dan Kue Manis: Perpaduan antara adonan yang digoreng dan asupan gula yang tinggi merupakan kombinasi buruk untuk tidur nyenyak. Selain memicu rasa begah di perut, lonjakan kadar glukosa dalam darah secara mendadak di malam hari dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh.

  • Cokelat (Terutama Dark Chocolate): Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa cokelat murni membawa kandungan kafein alami di dalamnya. Walau kadarnya tidak setinggi segelas kopi hitam, zat stimulan ini tetap berpotensi membuat sistem saraf tetap terjaga dan menyulitkan Anda memejamkan mata.

  • Hidangan Pedas: Bagi para pencinta rasa pedas, sangat disarankan untuk menahan diri ketika hari sudah mulai gelap. Sensasi pedas dari cabai dapat merangsang lambung secara berlebih, menimbulkan rasa panas di dada (heartburn), hingga memicu nyeri perut yang membuat tidur menjadi tidak tenang.

  • Pizza: Makanan populer asal Italia ini bisa dibilang merupakan paket komplit pemicu gangguan tidur. Di dalam sepotong pizza, terdapat saus tomat yang asam, keju tebal yang kaya lemak, serta adonan karbohidrat olahan. Kombinasi masif ini hampir pasti membuat perut terasa penuh dan sesak saat dibawa telentang.

  • Keripik dan Camilan Gurih: Kudapan renyah ini umumnya diproses menggunakan lemak trans. Menariknya, sejumlah studi ilmiah mengungkapkan bahwa konsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi di malam hari memiliki korelasi erat dengan munculnya mimpi buruk serta kecenderungan sering terbangun di tengah malam.

Mengontrol serta memilah jenis asupan yang masuk ke dalam tubuh sebelum memejamkan mata adalah bentuk investasi jangka panjang yang paling sederhana agar kita bisa terbangun dengan kondisi fisik yang bugar dan siap beraktivitas.

Apabila rasa lapar di malam hari benar-benar tidak tertahankan, alangkah baiknya jika Anda beralih ke alternatif camilan yang jauh lebih ringan, rendah lemak, serta mudah diserap oleh sistem pencernaan tubuh.

Iklan Webekspres