Webekspres – Sejumlah pelabuhan penyeberangan di Indonesia diprediksi akan kembali dipadati antrean kendaraan penumpang menjelang momen libur panjang Iduladha 2026. Meski grafik pergerakan masyarakat pada Lebaran Haji biasanya tidak sepadat Idulfitri atau momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), minat warga untuk mudik dan berlibur menggunakan kapal feri dipastikan tetap mengalami pembalikan arah ke atas. Kenaikan volume ini dipicu oleh posisi hari libur Iduladha tahun ini yang berdekatan dengan perayaan Hari Raya Waisak serta Hari Lahir Pancasila, menciptakan momentum libur panjang (long weekend) yang dimanfaatkan masyarakat.
Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Khoiri Soetomo, mengungkapkan bahwa tren kenaikan penumpang kali ini diperkirakan bergerak di angka 10% hingga 20% di seluruh rute penyeberangan domestik. Lonjakan ini memang terhitung landai jika disandingkan dengan masa mudik Idulfitri 2026 lalu yang melesat hingga di atas 100% secara bulanan (month to month). Kendati demikian, dua jalur utama yakni Merak–Bakauheni serta Ketapang–Gilimanuk dipastikan tetap menjadi titik paling sibuk yang membutuhkan perhatian ekstra.
Guna mencegah penumpukan kendaraan yang parah, khususnya pada rute penghubung Jawa dan Bali (Ketapang–Gilimanuk), Gapasdap bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor. Pihaknya intens berkomunikasi dengan PT ASDP Ferry Indonesia, aparat kepolisian, BMKG, serta pihak KSOP setempat. Langkah antisipasi ini berkaca pada pengalaman terpahit saat Idulfitri lalu, di mana kemacetan menuju pelabuhan sempat mengular hingga 45 kilometer akibat kepanikan warga mengejar jadwal kapal sebelum penutupan total dua hari saat Hari Raya Nyepi, yang diperparah oleh keterbatasan daya tampung dermaga.
Khoiri menambahkan, potensi kemacetan di area pelabuhan sebenarnya tidak melulu disebabkan oleh lonjakan jumlah pemudik. Sebagai contoh, insiden kapal kandas pada libur panjang pekan lalu sempat melumpuhkan arus lalu lintas kapal. Masalah teknis alamiah seperti fenomena air laut surut di Dermaga LCM Ketapang maupun Gilimanuk juga kerap membuat kapal feri kesulitan bersandar, sehingga proses bongkar muat kendaraan menjadi terhambat. Kondisi tersebut semakin rumit lantaran di waktu yang bersamaan arus truk logistik sedang mengalami peningkatan tajam hingga memicu antrean sepanjang 5 kilometer.
Persoalan macet yang terus berulang di gerbang penyeberangan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tata kelola transportasi laut nasional. Apalagi, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) merekam bahwa pada momen Iduladha tahun lalu (Juni 2025), angka penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan menembus 4,8 juta orang atau melonjak sebesar 25,35% secara bulanan. Angka-angka ini menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi penyeberangan terus tumbuh kuat dari tahun ke tahun.
- Alamat Webekspres Karawang
- Jasa Aplikasi Perusahaan Karawang
- Jasa Artikel SEO Karawang
- Jasa Digital Marketing di Karawang
- Jasa Iklan Google Karawang
- Jasa Iklan Meta Karawang
- Jasa Pelatihan IT Karawang
- Jasa Pembuatan Aplikasi di Karawang
- Jasa Pembuatan Software di Karawang
- Jasa Pembuatan Website di Karawang
- Jasa Pembuatan Website di Kecamatan Pangkalan
- Jasa SEO Karawang
- Jasa Software Perusahaan Karawang
- Jasa Website Company Profile Karawang
- Jasa Website Industri Karawang
- Jasa Website Perusahaan Karawang
- Kantor Webekspres Karawang
- Masa Media Sosial Karawang
- Perusahaan IT Karawang
- Perusahaan Startup Karawang
- PT Webekspres Teknologi Indonesia



Tinggalkan Balasan