Webekspres – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengakui insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, telah menimbulkan dampak psikologis bagi sejumlah siswa dan keluarga mereka.

Sudaryono menyampaikan bahwa pemerintah memahami kekhawatiran yang muncul setelah kejadian tersebut. BGN pun memastikan evaluasi dan pembenahan tata kelola program MBG akan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurutnya, penanganan terhadap para siswa yang terdampak saat ini menjadi perhatian utama. Setelah proses pengobatan selesai, BGN akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Kementerian Kesehatan untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk penanganan pascakejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden keracunan tersebut diduga berkaitan dengan kelalaian Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam menangani bahan pangan.

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah proses penyimpanan ikan yang digunakan sebagai lauk. Bahan makanan tersebut seharusnya ditempatkan dalam fasilitas pendingin atau freezer untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, tetapi prosedur itu disebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Sebagai langkah evaluasi, operasional dapur yang bertanggung jawab terhadap penyediaan makanan di sekolah tersebut dihentikan sementara untuk menjalani proses investigasi.

BGN juga mengambil tindakan terhadap kepala SPPG terkait. Sudaryono menyebut pejabat yang bertanggung jawab telah dicopot dari jabatannya. Selain itu, kemungkinan pemberhentian status kepegawaiannya turut dipertimbangkan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelalaian serius.

Proses penyelidikan tidak hanya dilakukan secara internal. BGN juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab kejadian serta mengetahui kemungkinan adanya unsur pidana.

Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap terbuka apabila hasil pemeriksaan aparat penegak hukum menemukan pelanggaran yang perlu diproses lebih lanjut.

Di sisi lain, BGN turut mengingatkan penerima program MBG untuk mengikuti standar operasional prosedur terkait konsumsi makanan. Salah satu hal yang ditekankan adalah makanan sebaiknya dikonsumsi sesuai waktu pembagian dan tidak disimpan terlalu lama untuk dibawa pulang.

Menurut Sudaryono, makanan yang telah berada cukup lama pada suhu ruang berpotensi mengalami penurunan kualitas meskipun secara visual masih terlihat layak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berkembangnya bakteri pada makanan.

BGN berharap evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga konsumsi makanan dapat meningkatkan keamanan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Iklan Webekspres