Webekspres – Harga minyak dunia kembali bergerak turun pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif harga minyak dalam beberapa hari terakhir ketika pelaku pasar mencermati perkembangan diplomasi di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent tercatat turun 60 sen atau sekitar 0,7 persen menjadi US$87,24 per barel. Penurunan ini membuat Brent mengalami pelemahan selama empat hari perdagangan secara beruntun.

Pergerakan serupa juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI). Harga WTI turun sekitar 56 sen atau 0,7 persen hingga berada di level US$81,67 per barel. Dengan penurunan tersebut, WTI telah mencatat pelemahan selama lima hari berturut-turut.

Sentimen pasar saat ini salah satunya dipengaruhi oleh perhatian investor terhadap perkembangan diplomasi yang melibatkan Iran. Pelaku pasar berharap jalur perundingan dapat meredakan ketegangan di kawasan serta mengurangi risiko gangguan terhadap jalur distribusi minyak dunia.

Selat Hormuz menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian besar karena memiliki peran penting dalam lalu lintas energi global. Perubahan situasi keamanan maupun geopolitik di kawasan tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasokan minyak dan pergerakan harga di pasar internasional.

Di tengah kondisi tersebut, investor masih bersikap hati-hati sambil menunggu perkembangan terbaru dari proses diplomasi. Jika ketegangan dapat mereda dan aktivitas distribusi energi berjalan lebih stabil, kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dapat berkurang.

Sebaliknya, apabila muncul ketidakpastian baru di kawasan Timur Tengah, harga minyak berpotensi kembali mengalami volatilitas karena pasar akan memperhitungkan risiko terhadap ketersediaan pasokan global.

Pergerakan harga minyak dalam beberapa perdagangan berikutnya diperkirakan masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik, kondisi pasokan global, serta respons pasar terhadap hasil perundingan yang tengah menjadi perhatian investor.

Iklan Webekspres