Webekspres – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menanggapi masuknya jaringan ritel asal Filipina, O!Save, yang mulai memperluas bisnisnya ke pasar Indonesia.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengatakan pemerintah belum dapat menyimpulkan sejauh mana kehadiran O!Save akan memengaruhi persaingan di sektor ritel nasional.

O!Save dikenal membawa konsep hard discount, yakni model bisnis ritel yang menawarkan berbagai produk dengan harga relatif murah. Kehadiran konsep tersebut berpotensi memberikan warna baru dalam persaingan bisnis ritel di Indonesia.

Bagus menyampaikan bahwa Kementerian UMKM masih akan mengamati perkembangan ekspansi perusahaan tersebut sebelum memberikan penilaian lebih lanjut terkait dampaknya terhadap pelaku usaha di dalam negeri.

Menurutnya, kondisi industri ritel nasional saat ini masih memiliki daya saing yang cukup kuat.

“Belum kami cek, nanti kita lihat. Kalau dari sisi retail kita kan bagus, kuat,” ujar Bagus saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2026.

Masuknya pemain ritel asing dengan strategi harga rendah menjadi perkembangan yang perlu diperhatikan, khususnya terkait dinamika persaingan dengan jaringan ritel lokal maupun pelaku usaha lainnya.

Pemerintah pun masih memantau perkembangan bisnis O!Save di Indonesia untuk melihat bagaimana perusahaan tersebut berkembang dan berkompetisi di pasar ritel nasional.

Iklan Webekspres