Webekspres – Sebanyak 1.445 siswa SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan sekolah pada Senin (7/9/2026). Aksi berlangsung setelah pelaksanaan upacara bendera dan dipicu dugaan pelecehan terhadap sejumlah siswi yang melibatkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan berinisial AT.

Kepala SMAN 1 Pamanukan, Edi Kanedi, mengatakan para siswa menyampaikan tuntutan setelah mengetahui adanya dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan salah satu oknum guru di sekolah tersebut.

Menurut pihak sekolah, kasus tersebut sebelumnya telah ditangani. Namun, langkah yang dilakukan dinilai belum memenuhi harapan para siswa sehingga mereka kemudian menyampaikan protes secara terbuka.

Situasi di lingkungan sekolah sempat berlangsung tegang ketika AT diduga mencoba meninggalkan lokasi menuju gerbang sekolah. Kondisi mulai terkendali setelah aparat kepolisian tiba dan membawa terduga pelaku ke Polsek Pamanukan untuk menjalani pemeriksaan.

Dugaan pelecehan tersebut disebut dialami sedikitnya 15 siswi. Salah satu korban berinisial DS mengungkapkan bahwa perilaku yang dianggap tidak pantas tersebut diduga telah berlangsung cukup lama, tetapi sebelumnya belum banyak korban yang berani menceritakan pengalaman mereka.

DS mengaku pernah mengalami kejadian yang membuatnya merasa tidak nyaman ketika sedang berfoto setelah melakukan kegiatan membersihkan area gedung olahraga sekolah. Saat itu, ia menyebut terduga pelaku tiba-tiba memeluknya.

Korban kemudian menyampaikan keberatan atas tindakan tersebut. Namun, menurut keterangannya, AT memberikan alasan bahwa hubungan antara guru dan murid dianggap seperti hubungan antara orang tua dan anak.

Kasus tersebut mulai terungkap setelah pengurus OSIS berani menyampaikan persoalan kepada pihak sekolah. Setelah itu, sejumlah siswi lain ikut memberikan keterangan mengenai pengalaman serupa.

Guru Bimbingan Konseling kemudian menghimpun informasi dari para siswa yang mengaku menjadi korban. Dari proses tersebut, jumlah korban yang terdata mencapai belasan orang.

Penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Subang.

Kanit PPA Polres Subang, Aiptu Nenden Nurfatimah, menyampaikan bahwa terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Subang dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Sejumlah siswi yang diduga menjadi korban bersama orang tua mereka juga mendatangi kepolisian untuk memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengungkap keseluruhan peristiwa. Jumlah korban juga masih berpotensi bertambah seiring proses pemeriksaan terhadap para pihak yang terkait.

Iklan Webekspres