Webekspres – Nilai tukar rupiah mencatat penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, 9 September 2026. Mata uang Indonesia berada di posisi Rp17.573 per dolar AS pada perdagangan pagi.

Dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah naik 59 poin atau sekitar 0,33 persen. Penguatan tersebut terjadi di tengah pergerakan positif sejumlah mata uang di kawasan Asia.

Peso Filipina tercatat menguat sekitar 0,19 persen terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,21 persen, won Korea Selatan meningkat 0,07 persen, sedangkan dolar Singapura menguat tipis sekitar 0,03 persen.

Namun, tidak seluruh mata uang Asia bergerak positif. Ringgit Malaysia melemah sekitar 0,19 persen, sementara dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen. Yuan China relatif tidak mengalami perubahan berarti.

Penguatan terhadap dolar AS juga terlihat pada sejumlah mata uang utama negara maju. Euro menguat sekitar 0,05 persen, poundsterling Inggris naik 0,03 persen, dolar Australia meningkat 0,07 persen, dolar Kanada naik 0,03 persen, dan franc Swiss menguat sekitar 0,02 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan hari ini.

Menurutnya, pelaku pasar cenderung berhati-hati sembari menunggu rilis survei kepercayaan konsumen Indonesia untuk periode Agustus 2026. Data tersebut dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen investor terhadap pergerakan rupiah.

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.550 hingga Rp17.700 per dolar AS sepanjang perdagangan Rabu.

Iklan Webekspres