Webekspres – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menggandeng sejumlah perusahaan transportasi dan logistik dalam pengembangan proyek Motor Listrik Nasional atau Molinas. Beberapa perusahaan yang dilibatkan antara lain Gojek, Grab, Pos Indonesia, hingga J&T.
Managing Director Industrialization Danantara Indonesia, Ardy Muawin, menjelaskan bahwa pengembangan Molinas tidak hanya diarahkan untuk mendorong penjualan kendaraan listrik. Pemerintah juga ingin membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas, mulai dari sisi kebutuhan pasar, pembiayaan, hingga kesiapan teknologi.
Keterlibatan perusahaan transportasi daring dan logistik dinilai penting karena kelompok tersebut memiliki kebutuhan kendaraan operasional yang cukup besar. Melalui diskusi bersama para pelaku industri, Danantara berupaya memetakan potensi permintaan motor listrik, khususnya dari kalangan pengemudi ojek online.
Menurut Ardy, penggunaan motor listrik dapat membantu pengemudi mengurangi biaya operasional harian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penghematan biaya dapat mencapai sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu setiap hari jika dibandingkan dengan penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin.
Jika pengemudi mampu menghemat sekitar Rp20 ribu per hari selama 25 hari kerja, maka penghematan bulanan yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp500 ribu. Jumlah tersebut dinilai cukup signifikan bagi pengemudi yang mengandalkan kendaraan sebagai alat utama untuk bekerja.
Namun, tingkat penggunaan motor listrik di kalangan pengemudi ojek online sebelumnya masih menghadapi sejumlah kendala. Beberapa persoalan yang pernah dikeluhkan antara lain kemampuan kendaraan saat melewati jalan menanjak serta kapasitas baterai yang dinilai belum memadai untuk kebutuhan operasional sepanjang hari.
Danantara menilai berbagai kendala teknis tersebut kini mulai mendapatkan perhatian dari produsen kendaraan listrik. Perbaikan teknologi dan peningkatan performa kendaraan diharapkan dapat membuat motor listrik semakin sesuai digunakan untuk mobilitas harian dengan intensitas tinggi.
Selain faktor teknologi, pembiayaan menjadi persoalan penting dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik. Dalam diskusi dengan Grab, Danantara menemukan bahwa sebagian pengemudi mengalami kesulitan memperoleh kredit kendaraan karena terkendala riwayat pembiayaan yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan.
Ardy menilai pengemudi yang aktif bekerja setiap hari serta memiliki rekam jejak layanan yang baik seharusnya dapat dipertimbangkan sebagai calon debitur dengan tingkat risiko yang relatif rendah.
Untuk menekan risiko pembiayaan, terdapat sejumlah skema yang dapat dikembangkan. Salah satunya adalah penerapan teknologi yang memungkinkan kendaraan dinonaktifkan apabila pembayaran cicilan tidak dilakukan sesuai ketentuan. Selain itu, skema cicilan harian juga dinilai dapat menyesuaikan pola pendapatan pengemudi ojek online.
Danantara berharap skema pembiayaan yang lebih tepat dapat menurunkan risiko kredit sekaligus menekan biaya pendanaan. Dengan demikian, masyarakat dan pengemudi dapat memperoleh akses pembelian motor listrik dengan cicilan yang lebih terjangkau.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah tingginya tingkat bunga kredit sepeda motor. Danantara mencatat bunga pembiayaan motor dapat berada di kisaran 30 hingga 40 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pembiayaan mobil yang berkisar sekitar 12 persen.
Tingginya bunga kredit dinilai dapat menjadi hambatan bagi masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik. Kondisi tersebut juga semakin berat apabila penjualan kendaraan lebih diarahkan melalui skema kredit dengan beban pembiayaan yang tinggi.
Sebagai bagian dari upaya memperbaiki skema tersebut, Danantara turut melibatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kerja sama ini diarahkan untuk menyusun struktur pembiayaan yang lebih kompetitif sehingga permintaan kendaraan listrik dapat tumbuh tanpa membebani konsumen.
Pengembangan Molinas diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi kendaraan listrik dalam negeri, tetapi juga memperluas adopsi kendaraan ramah lingkungan di sektor transportasi dan logistik. Jika ekosistem pendukung dapat dibangun secara menyeluruh, motor listrik berpotensi menjadi pilihan kendaraan operasional yang lebih efisien bagi masyarakat.
- Alamat Webekspres Karawang
- Jasa Aplikasi Perusahaan Karawang
- Jasa Artikel SEO Karawang
- Jasa Digital Marketing di Karawang
- Jasa Iklan Google Karawang
- Jasa Iklan Meta Karawang
- Jasa Pelatihan IT Karawang
- Jasa Pembuatan Aplikasi di Karawang
- Jasa Pembuatan Software di Karawang
- Jasa Pembuatan Website di Karawang
- Jasa Pembuatan Website di Kecamatan Pangkalan
- Jasa SEO Karawang
- Jasa Software Perusahaan Karawang
- Jasa Website Company Profile Karawang
- Jasa Website Industri Karawang
- Jasa Website Perusahaan Karawang
- Kantor Webekspres Karawang
- Masa Media Sosial Karawang
- Perusahaan IT Karawang
- Perusahaan Startup Karawang
- PT Webekspres Teknologi Indonesia



Tinggalkan Balasan