Webekspres – Universitas Padjadjaran (Unpad) secara resmi mengizinkan penggunaan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) di lingkungan akademik. Kebijakan ini diambil bukan tanpa pengawasan, melainkan dibarengi dengan panduan ketat untuk memastikan teknologi tersebut tetap berada dalam koridor etika penelitian.

Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menegaskan bahwa pihak kampus memberikan kebebasan bagi sivitas akademika untuk memanfaatkan AI secara maksimal. Hal ini disampaikan di hadapan mahasiswa baru pascasarjana pada Selasa (10/2/2026) lalu. Namun, Arief menggarisbawahi bahwa teknologi ini harus dipandang sebagai alat bantu (tool), bukan pengganti proses berpikir manusia.

Kejujuran Akademik di Atas Segalanya

Dalam aturan terbaru yang diterbitkan, Unpad menekankan pentingnya transparansi. Mahasiswa maupun dosen diwajibkan untuk mendeklarasikan jika mereka menggunakan AI dalam karya ilmiahnya.

“Jangan mengaku tidak menggunakan AI jika kenyataannya memakai. Penggunaannya harus disebutkan secara jelas dalam produk ilmiah yang dihasilkan,” tegas Arief.

Menurutnya, potensi kecurangan atau plagiarisme sudah ada jauh sebelum tren AI muncul. Oleh karena itu, tugas institusi pendidikan saat ini adalah mengedukasi mahasiswa agar tetap menjunjung tinggi integritas ilmiah meskipun akses terhadap teknologi semakin mudah.

Klasifikasi Mata Kuliah dan Pelatihan Khusus

Langkah Unpad tidak berhenti pada pemberian izin semata. Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Unpad, Intan Nurma Yulita, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merancang panduan etis yang lebih mendalam.

Nantinya, setiap mata kuliah akan memiliki aturan main yang berbeda terkait porsi penggunaan AI.

  • Mata Kuliah Tanpa AI: Fokus pada pemahaman dasar dan analisis manual.

  • Mata Kuliah Berbasis AI: Mengintegrasikan teknologi untuk akselerasi data dengan kadar tertentu yang diatur dalam Peraturan Rektor.

“Inti dari kecerdasan harus tetap bersumber dari manusia. AI hanyalah peniru, sehingga proses verifikasi mandiri oleh pengguna tetap menjadi hal yang mutlak dilakukan,” jelas Intan.

Investasi Teknologi dan Literasi Digital

Sebagai bentuk dukungan nyata, Unpad berencana mengadakan pelatihan intensif bagi dosen dan mahasiswa mengenai cara pemakaian AI yang efektif dan etis. Tak tanggung-tanggung, kampus juga berencana berlangganan layanan premium seperti Scopus AI untuk menunjang kualitas riset di lingkungan universitas.

Dengan langkah ini, Unpad berharap dapat menciptakan ekosistem akademik yang adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa mengorbankan marwah dan nilai-nilai luhur lembaga pendidikan tinggi.

Iklan Webekspres