Webekspres – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN). Sudaryono dipercaya menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, keputusan tersebut diambil melalui sejumlah pertimbangan. Salah satu faktor utamanya adalah keterlibatan Sudaryono sejak tahap awal penyusunan konsep hingga pembahasan teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selama proses perencanaan program tersebut, Sudaryono disebut aktif mengikuti berbagai diskusi bersama pemerintah. Pengalamannya dinilai membuat Sudaryono memahami arah kebijakan, mekanisme pelaksanaan, serta berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi agar program MBG dapat berjalan secara optimal.

Latar belakang Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian juga menjadi nilai tambah. Pelaksanaan MBG membutuhkan dukungan rantai pasok pangan yang stabil, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga pendistribusiannya kepada para penerima manfaat.

Kementerian Pertanian selama ini menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem penyediaan bahan pangan untuk program tersebut. Pengalaman Sudaryono di sektor pertanian pun dinilai dapat membantu memperkuat koordinasi antara BGN, kementerian, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG.

Pergantian pimpinan BGN terjadi di tengah upaya pemerintah membenahi tata kelola lembaga tersebut. Pemerintah sebelumnya juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, termasuk penataan dapur, penentuan sasaran penerima manfaat, serta penguatan kerja sama lintas sektor.

Prasetyo memastikan Sudaryono akan menempati posisi Kepala BGN secara definitif. Setelah resmi dilantik, Sudaryono tidak akan merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian. Pemerintah akan menentukan pengisi posisi tersebut sesuai kebutuhan penguatan organisasi Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Nanik S. Deyang memilih melepaskan jabatannya karena harus menjalani perawatan jantung di luar negeri. Ia telah menyampaikan permohonan pengunduran diri dan memperoleh izin dari Presiden Prabowo untuk fokus menjalani pengobatan.

Nanik tercatat baru memimpin BGN sekitar satu setengah bulan sebelum mengundurkan diri. Meski tidak lagi menjabat sebagai kepala lembaga, ia mengisyaratkan tetap bersedia membantu mengawasi pelaksanaan program agar berjalan sesuai dengan tujuan pemerintah.

Penunjukan Sudaryono diharapkan dapat menjaga kesinambungan program MBG sekaligus memperkuat pengelolaan BGN. Pemahaman terhadap sektor pangan dan keterlibatannya sejak tahap perencanaan dinilai menjadi bekal penting untuk memastikan program tersebut terus berjalan dan menjangkau penerima manfaat secara tepat.

Iklan Webekspres