Webekspres – Menonton video pendek hingga drama kini menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan melalui browser di smartphone. Selain kemudahan mengakses konten, pengguna juga mempertimbangkan kenyamanan menonton, penggunaan data internet, dan perlindungan privasi.

Hal tersebut tergambar dalam survei Opera yang melibatkan lebih dari 2.000 responden di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar enam dari sepuluh responden menggunakan Opera untuk Android sebagai sarana menikmati video pendek dan drama.

Dari survei tersebut, fitur jaringan pribadi virtual atau Virtual Private Network (VPN) serta pemblokir iklan menjadi dua fasilitas yang mendapat perhatian pengguna. Sekitar 58 persen responden juga diketahui telah mengenal fitur VPN yang tersedia pada browser Opera.

VP of Product Opera for Android, Stefan Stjernelund, menjelaskan bahwa kebutuhan pengguna internet di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan akses konten yang cepat. Efisiensi penggunaan data serta keamanan informasi pribadi turut menjadi pertimbangan penting.

Dalam keterangan tertulis pada Senin (12/10/2026), Stefan menyampaikan bahwa masukan dari pasar Indonesia membantu Opera memahami pentingnya menghadirkan browser yang memperhatikan kecepatan, penggunaan data, dan privasi.

Salah satu fitur yang ditawarkan Opera adalah pemblokir iklan bawaan. Fasilitas ini dirancang untuk mengurangi gangguan iklan ketika pengguna mengakses situs atau menikmati konten video melalui browser.

Sementara itu, VPN bawaan memungkinkan pengguna memperoleh perlindungan privasi tambahan selama menjelajah internet, termasuk saat menggunakan jaringan Wi-Fi publik. Meski demikian, perlindungan VPN bawaan Opera berlaku pada aktivitas di dalam browser dan tidak otomatis mencakup seluruh aplikasi di perangkat.

Opera juga mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke dalam layanan browser untuk memperluas fungsinya.

Dengan dukungan AI, pengguna dapat memperoleh bantuan dalam memahami informasi, membuat ringkasan, hingga menerjemahkan konten. Kehadiran fitur tersebut membuat browser tidak lagi terbatas sebagai alat untuk membuka halaman internet.

Menurut Opera, penggabungan berbagai fasilitas dalam satu aplikasi bertujuan memberikan pengalaman yang lebih praktis tanpa mengharuskan pengguna memasang banyak aplikasi tambahan.

Namun, semakin beragamnya kemampuan browser juga membawa perhatian baru terhadap pengelolaan data pribadi. Penggunaan fitur berbasis AI, misalnya, menuntut transparansi mengenai bagaimana informasi pengguna diproses dan digunakan.

Opera menilai perlindungan privasi serta kendali pengguna atas data pribadi perlu menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan digital, bukan sekadar fasilitas pelengkap.

Tingginya penggunaan browser di perangkat seluler juga sejalan dengan kebiasaan digital masyarakat Indonesia. Berdasarkan laporan Digital 2025: Indonesia dari We Are Social dan Meltwater, rata-rata waktu penggunaan internet melalui ponsel mencapai 4 jam 38 menit per hari.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa perangkat seluler menyumbang sekitar 71,93 persen lalu lintas halaman web di Indonesia berdasarkan data Desember 2024.

Temuan tersebut memperlihatkan besarnya peran smartphone dalam kegiatan digital sehari-hari. Bagi pengembang browser, kenyamanan mengakses hiburan, kinerja aplikasi, dan perlindungan privasi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam memenuhi kebutuhan pengguna.

Iklan Webekspres