Webekspres – Perkembangan kecerdasan buatan AI kini tidak hanya menyasar sektor produktivitas umum, tetapi juga semakin masif merambah solusi inklusivitas bagi penyandang disabilitas penglihatan. Berdasarkan data terbaru dari publikasi jurnal terindeks Scopus, tren riset global di bidang ini tercatat mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2026.
Penelitian yang dilakukan oleh akademisi dari University of Malaya, Fatima Abdul Habib dan Fareed Awae, mengungkapkan bahwa titik balik pertumbuhan riset ini dimulai sejak tahun 2020. Menurut mereka, pesatnya kemajuan teknologi deep learning atau pembelajaran mendalam menjadi bahan bakar utama yang mempercepat lahirnya inovasi alat bantu bagi tunanetra.
Analisis Bibliometrik dan Pemetaan Riset Dunia
Dalam studi bertajuk pemetaan tren global tersebut, tim peneliti menggunakan pendekatan bibliometrik serta visualisasi jaringan untuk melihat arah kebijakan riset dunia. Proses pencarian data dilakukan secara komprehensif pada pangkalan data Scopus untuk periode 2015 hingga 2025.
Dari total 403 catatan awal, peneliti melakukan penyaringan ketat menggunakan prosedur PRISMA 2020, hingga menyisakan 328 publikasi berkualitas tinggi untuk dianalisis lebih lanjut. Fokus pemindaian meliputi pertumbuhan volume publikasi, bidang subjek, jenis dokumen, hingga kontribusi negara dan lembaga pendidikan terkemuka.
Dominasi India dan Amerika Serikat
Hasil visualisasi melalui perangkat VOSviewer menunjukkan bahwa disiplin Ilmu Komputer dan Teknik masih menjadi payung besar yang mendominasi aktivitas penelitian ini. Secara geografis, India dan Amerika Serikat mengukuhkan posisi mereka sebagai negara kontributor yang paling produktif dalam mengembangkan solusi AI bagi tunanetra.
Berdasarkan pola kemunculan kata kunci, terdapat beberapa tema inti yang menjadi fokus utama para ilmuwan dunia saat ini, di antaranya:
-
Teknologi Bantu (Assistive Technology): Perangkat fisik maupun perangkat lunak pendukung.
-
Deteksi Objek: Kemampuan AI mengenali hambatan di sekitar pengguna secara real-time.
-
Sistem Navigasi: Panduan arah yang lebih akurat dan adaptif.
-
Etika dan Pengalaman Pengguna (UX): Fokus baru pada kenyamanan penggunaan serta perlindungan data pribadi.
Menutup Celah Kesenjangan Inovasi
Fatima Abdul Habib dan Fareed Awae menegaskan bahwa tujuan utama dari studi ini adalah untuk memetakan “titik kosong” atau kesenjangan yang selama ini belum tersentuh oleh para peneliti sebelumnya.
Harapannya, temuan ini dapat menjadi kompas bagi riset di masa depan agar lebih tepat sasaran dalam menghadirkan solusi konkret. Dengan mengidentifikasi celah-celah krusial tersebut, pengembangan alat bantu bagi penyandang tunanetra diharapkan tidak hanya canggih secara teori, tetapi juga benar-benar solutif dalam membantu kemandirian mereka di kehidupan sehari-hari.
- Alamat Webekspres Karawang
- Jasa Aplikasi Perusahaan Karawang
- Jasa Artikel SEO Karawang
- Jasa Digital Marketing di Karawang
- Jasa Iklan Google Karawang
- Jasa Iklan Meta Karawang
- Jasa Pelatihan IT Karawang
- Jasa Pembuatan Aplikasi di Karawang
- Jasa Pembuatan Software di Karawang
- Jasa Pembuatan Website di Karawang
- Jasa Pembuatan Website di Kecamatan Pangkalan
- Jasa SEO Karawang
- Jasa Software Perusahaan Karawang
- Jasa Website Company Profile Karawang
- Jasa Website Industri Karawang
- Jasa Website Perusahaan Karawang
- Kantor Webekspres Karawang
- Masa Media Sosial Karawang
- Perusahaan IT Karawang
- Perusahaan Startup Karawang
- PT Webekspres Teknologi Indonesia



Tinggalkan Balasan