Webekspres – Industri keamanan digital di Tanah Air kembali diramaikan dengan inovasi lokal yang ambisius. Zentara Technologies secara resmi memperkenalkan dua pilar utama dalam ekosistem pertahanan siber mereka, yakni Security Operations Center (SOC) generasi terbaru dan Zero Trust Architecture (ZTA). Menariknya, kedua layanan ini dirancang dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) dan mengusung identitas sebagai solusi ‘built in Indonesia’.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan ancaman siber yang kian canggih dan dinamis. Co-Founder sekaligus CEO Zentara, Regal Rauniyar Star, menegaskan bahwa kehadiran Zentara membawa misi besar untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tidak terganggu oleh kebocoran data maupun serangan digital.

“Kami membangun teknologi ini untuk kepentingan perusahaan dan kedaulatan negara,” ungkap Regal saat ditemui dalam sesi diskusi di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Ia menambahkan bahwa sektor-sektor krusial seperti BUMN, perbankan, hingga penyedia layanan publik sangat membutuhkan ruang inovasi yang terjamin keamanannya.

Keunggulan SOC Generasi Baru dan Pendekatan Zero Trust

Layanan SOC yang ditawarkan Zentara bukan sekadar pusat pemantauan biasa. Dengan operasional 24 jam penuh, sistem ini memanfaatkan teknologi AI untuk mendeteksi anomali perilaku jaringan secara real-time. Kehadiran teknologi ini juga menjadi solusi bagi organisasi yang selama ini kesulitan mencari tenaga ahli keamanan siber yang kompeten dan siap sedia setiap saat.

Di sisi lain, Zentara juga mengimplementasikan Zero Trust Architecture (ZTA). Berbeda dengan sistem keamanan tradisional yang memberikan kepercayaan penuh pada jaringan internal, ZTA bekerja dengan prinsip “jangan pernah percaya, selalu verifikasi”. Setiap akses, baik dari dalam maupun luar kantor, wajib melalui proses verifikasi identitas dan perangkat yang sangat ketat.

Inovasi Defence Labs dan Kolaborasi Strategis dengan MIND ID

Tak berhenti di situ, Zentara turut memperkenalkan Defence Labs dan Cyber Intelligence. Fasilitas ini menjadi dapur inovasi bagi para pakar siber untuk memanfaatkan AI generatif dalam memberikan analisis proaktif serta memprediksi risiko keamanan di masa depan.

Sebagai bentuk nyata implementasi teknologinya, Zentara mengumumkan kemitraan strategis dengan MIND ID, holding BUMN industri pertambangan. Kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan kerangka tata kelola data (data governance) untuk memastikan seluruh aset strategis dan operasional pertambangan dikelola sesuai dengan standar integritas serta regulasi internasional.

Melalui rangkaian inovasi ini, Zentara Technologies optimistis bahwa karya anak bangsa mampu bersaing dengan vendor global dalam melindungi infrastruktur digital Indonesia di masa depan.

Iklan Webekspres