Webekspres – Langkah taktis mulai diambil oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang bersinergi dengan operator penyeberangan guna mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan di berbagai lintasan utama. Strategi ini dipersiapkan secara matang guna menyambut momen libur panjang perayaan Iduladha yang berdekatan dengan Hari Lahir Pancasila.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Muiz Thohir, mengungkapkan bahwa koordinasi lintas sektoral telah dilaksanakan sejak 21 Mei 2026 lalu. Agenda utama pertemuan tersebut adalah membedah kesiapan sarana dan prasarana penyeberangan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. Berdasarkan laporan dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), daya tampung armada kapal saat ini dinilai memadai dan siap melayani arus penumpang tanpa hambatan berarti.

Muiz menegaskan, skema pengaturan lalu lintas pada momentum kali ini sengaja dirancang tidak seketat prosedur pengamanan mudik Idulfitri. Pola rekayasa yang diterapkan menuju pelabuhan mengadaptasi sistem penanganan akhir pekan panjang (long weekend) konvensional. Menariknya, pemerintah memutuskan untuk tidak memberlakukan pembatasan bagi truk angkutan barang. Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi libur sebelumnya, di mana kebijakan pembatasan justru menjadi pemicu utama kemacetan parah di sepanjang jalur Ketapang–Gilimanuk akibat penumpukan volume logistik di luar area pelabuhan.

Di sisi lain, faktor cuaca ekstrem di perairan Selat Bali turut menjadi perhatian serius pihak otoritas. Estimasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Minggu sore (24/5/2026) menunjukkan wilayah Banyuwangi dan Selat Bali akan didominasi cuaca berawan dalam tiga hari ke depan, disertai potensi gelombang laut setinggi 1,5 hingga 2,5 meter. Perubahan kondisi alam ini diakui manajemen ASDP sebagai dinamika operasional yang menantang di lapangan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa kendati sempat terjadi antrean kendaraan yang didominasi oleh armada logistik, secara umum aktivitas penyeberangan tetap dikendalikan dengan baik. Prioritas utama perusahaan tetap berpijak pada aspek keselamatan dan keamanan pelayaran. Belajar dari insiden kandasnya dua kapal di lintasan yang sama saat libur Kenaikan Yesus Kristus beberapa waktu lalu, manajemen memastikan telah merombak pola pengawasan operasional bersama pihak regulator. Penguatan SOP keselamatan, manajemen penataan jadwal kapal, serta penambahan personel bantuan kendali operasi (BKO) di titik-titik krusial kini semakin diperketat.

Berdasarkan rekaman data dari hari Kamis (21/5/2026) hingga Minggu (24/5/2026) pukul 18.00 WIB, jalur dari Ketapang menuju Gilimanuk tercatat telah melayani sebanyak 14.936 unit kendaraan yang didominasi angkutan barang, serta membawa 51.465 penumpang. Sebaliknya, pergerakan dari arah Gilimanuk menuju Ketapang mencatatkan angka yang lebih tinggi, yakni 20.392 unit kendaraan dan 67.546 penumpang dalam periode waktu yang sama.

Untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan di darat, ASDP memaksimalkan pemanfaatan Kantong Parkir Bulusan yang memiliki kapasitas tampung hingga 400 unit truk besar. Tidak hanya itu, sebagai langkah konkret peningkatan kapasitas angkut di perairan, manajemen juga telah mengerahkan armada perbantuan tambahan, yakni KMP Rodhita, untuk memperkuat pelayanan di perlintasan Selat Bali. Melalui integrasi kesiapan darat dan laut ini, diharapkan arus distribusi barang dan mobilisasi liburan masyarakat tetap berjalan aman, nyaman, dan bebas hambatan.

Iklan Webekspres