Webekspres – Perum Bulog mulai memperkuat pasokan beras premium di sejumlah ritel modern sebagai langkah antisipasi terhadap rencana penarikan 40 merek beras fortifikasi dari pasaran. Penarikan tersebut berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian kandungan gizi produk dengan informasi yang tercantum pada kemasan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan jajarannya telah melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pusat perbelanjaan dan ritel modern di berbagai kota besar. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan produk beras Bulog tetap tersedia sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan beras premium.

Salah satu inspeksi dilaksanakan di GrandLucky Radio Dalam, Jakarta Selatan, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Bulog memantau langsung ketersediaan produk serta kondisi pasokan beras premium di tingkat ritel.

Beras fortifikasi merupakan beras konsumsi yang dicampurkan dengan butiran khusus yang mengandung tambahan vitamin dan mineral. Kandungan tersebut umumnya berupa zat besi, asam folat, zinc, vitamin B, dan sejumlah nutrisi lainnya.

Rizal menjelaskan, rencana penarikan puluhan merek beras fortifikasi berpotensi memengaruhi pasokan di pasar modern. Oleh karena itu, Bulog berupaya meningkatkan distribusi beras premiumnya ke berbagai ritel di seluruh Indonesia.

Menurutnya, konsumen beras premium sebagian besar berbelanja melalui ritel modern. Sementara itu, beras medium lebih banyak dipasarkan melalui pasar tradisional yang tergabung dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok atau SP2KP.

Bulog menegaskan bahwa persoalan utama dalam kasus beras fortifikasi bukan terletak pada harga jualnya. Pemerintah tidak menetapkan harga eceran tertinggi khusus untuk produk tersebut. Hal yang menjadi perhatian adalah kesesuaian antara klaim kandungan nutrisi pada kemasan dengan hasil pengujian laboratorium.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Pangan, sejumlah produk diduga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tidak sesuai dengan keterangan pada label. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar dilakukannya evaluasi terhadap produk-produk yang beredar.

Dalam inspeksi di ritel modern, Bulog masih menemukan berbagai merek beras premium tersedia dalam jumlah mencukupi. Produk milik Bulog seperti Punokawan dan Befood Sentra Ramos dijual dengan harga Rp74.500 untuk kemasan lima kilogram.

Harga tersebut dinilai lebih terjangkau dibandingkan beberapa merek lain yang dijual di lokasi yang sama. Beras Anak Raja, misalnya, dipasarkan dengan harga sekitar Rp94.500 per lima kilogram, sedangkan produk Topi Koki mencapai Rp126.900 untuk ukuran serupa.

Bulog menilai keberadaan produk beras premium dengan harga lebih rendah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Langkah tersebut juga diharapkan dapat menahan lonjakan harga beras premium di pasaran.

Saat ini, produksi beras premium Bulog untuk wilayah DKI Jakarta mencapai sekitar 21 ton setiap hari. Sementara itu, kapasitas produksi secara nasional berada di kisaran 300 ton per hari.

Bulog juga merencanakan pengalihan sebagian Cadangan Beras Pemerintah menjadi beras premium. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperbanyak pasokan sekaligus membantu menekan harga beras premium yang dinilai terlalu tinggi bagi sebagian masyarakat.

Dengan peningkatan produksi dan perluasan distribusi ke ritel modern, Bulog berharap kebutuhan beras berkualitas tetap terpenuhi meskipun penarikan sejumlah merek beras fortifikasi benar-benar dilakukan.

Iklan Webekspres