Webekspres – Pergerakan nilai tukar rupiah terpantau kokoh di posisi Rp17.653 per dolar AS pada sesi pembukaan perdagangan Kamis (21/5) pagi. Mata uang Indonesia ini mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,50 poin, cenderung bergerak stabil jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

Di lingkup regional, performa mata uang di kawasan Asia terpantau sangat dinamis dan bervariasi. Yen Jepang terpantau merangkak naik sebesar 0,03 persen, yang kemudian diikuti oleh penguatan yuan China sebesar 0,05 persen serta peso Filipina yang melesat hingga 0,18 persen. Sebaliknya, tekanan pelemahan justru dialami oleh won Korea Selatan yang merosot hingga 0,40 persen, diikuti oleh baht Thailand yang turun 0,06 persen, serta dolar Singapura yang terkoreksi tipis 0,02 persen.

Kondisi Mata Utama Negara Maju

Setali tiga uang dengan kondisi di Asia, pergerakan mata uang utama dari negara-negara maju juga menunjukkan tren yang beragam. Euro Eropa dan franc Swiss berhasil mengamankan zona hijau dengan penguatan masing-masing sebesar 0,02 persen dan 0,06 persen. Namun, poundsterling Inggris harus rela melemah tipis 0,01 persen. Di sisi lain, pelemahan juga merembet ke lini dolar komoditas, di mana dolar Australia melemah cukup dalam hingga 0,43 persen dan dolar Kanada terpangkas 0,08 persen.

Analisis Sentimen Global dan Kebijakan Domestik

Menurut pandangan pengamat pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, ada sentimen positif eksternal yang turut menjaga stabilitas mata uang Garuda hari ini. Salah satunya adalah sinyal positif dari Presiden AS Donald Trump terkait perkembangan kesepakatan dengan Iran, yang memberikan angin segar bagi pasar keuangan global.

“Langkah berani Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan dalam skala besar atau ‘jumbo’ pada hari Rabu kemarin juga terbukti ampuh menjadi fondasi kuat yang menyokong ketahanan rupiah saat ini,” ungkap Lukman.

Melihat berbagai faktor stimulus tersebut, pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini diproyeksikan akan bergulir cukup stabil dalam rentang harga Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.

Iklan Webekspres