Webekspres – Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa awan berketinggian rendah di kawasan tropis cenderung memperkuat pemanasan global, bukan meredamnya. Temuan ini menjawab pertanyaan lama para ilmuwan iklim tentang apakah awan berperan mendinginkan atau justru mempercepat kenaikan suhu Bumi.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications tersebut menunjukkan bahwa umpan balik (feedback) awan dalam sistem iklim lebih cenderung memperkuat dan mempercepat pemanasan dibandingkan menguranginya.

Perdebatan Panjang soal Peran Awan

Pada awal 2000-an, para ilmuwan iklim belum dapat memastikan apakah awan membantu mengurangi atau malah memperkuat perubahan iklim. Ketidakpastian ini menjadi salah satu tantangan dalam menghasilkan prediksi iklim yang akurat.

Sebagian hipotesis menyebut awan mungkin mengimbangi sebagian pemanasan akibat aktivitas manusia dengan memantulkan lebih banyak radiasi matahari ke luar angkasa. Di sisi lain, sejumlah peneliti menduga perubahan tertentu pada awan justru dapat mempercepat pemanasan karena memerangkap lebih banyak radiasi di atmosfer.

Seiring waktu, kajian terhadap proses awan tropis dan curah hujan, beserta perbaikan cara keduanya direpresentasikan dalam model di berbagai skala, membantu meningkatkan akurasi prediksi dan memberi gambaran yang lebih jelas tentang masa depan iklim.

Dampak Feedback Awan 71 Persen Lebih Kuat

Mengutip laman Climate Program Office (CPO) National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), penelitian ini memakai teknik baru yang mengolah data yang saling bertentangan dari berbagai wilayah, lalu menyeimbangkannya untuk memperoleh jawaban yang lebih jelas.

Hasilnya, dampak feedback awan di Samudra Pasifik dan Atlantik tropis terhadap pemanasan global tercatat 71 persen lebih kuat dibandingkan perkiraan para ilmuwan sebelumnya.

Temuan tersebut menepis kemungkinan bahwa awan rendah tropis memiliki efek pendinginan yang dapat mengimbangi pemanasan. Dengan pemahaman ini, proyeksi pemanasan global di masa depan diharapkan dapat dibuat lebih akurat.

Iklim Bumi Kemungkinan Lebih Sensitif terhadap Karbon Dioksida

Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa iklim Bumi kemungkinan lebih sensitif terhadap peningkatan kadar karbon dioksida. Feedback awan positif yang lebih kuat berarti pemanasan global berpotensi terjadi lebih cepat daripada yang diprediksi model-model sebelumnya.

Para peneliti menilai model iklim yang menggambarkan perilaku awan perlu disempurnakan, terutama untuk kawasan tropis, agar tantangan perubahan iklim dapat diprediksi dengan lebih baik.

Ke depan, mereka berencana mengembangkan perangkat lunak bagi NOAA untuk mendiagnosis masalah feedback awan rendah secara lebih presisi dalam sistem pemodelan lembaga tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan prediksi cuaca dan iklim.

Iklan Webekspres