Webekspres – Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai satu-satunya kandidat untuk menduduki jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) secara definitif. Nama Destry telah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menjalani tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang berlaku.
Informasi mengenai pengajuan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Pemerintah telah menyerahkan Surat Presiden terkait pencalonan pimpinan baru bank sentral kepada unsur pimpinan DPR.
Destry saat ini masih menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia. Ia mengambil alih kepemimpinan sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI pada akhir Juli 2026. Status tersebut juga tercantum dalam profil resmi Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Dalam proses pencalonan kali ini, Presiden memilih hanya menyerahkan satu nama kepada parlemen. Meski ketentuan memungkinkan Presiden mengusulkan hingga tiga kandidat, Destry menjadi satu-satunya sosok yang diajukan untuk mengisi jabatan Gubernur BI.
Selanjutnya, DPR akan memproses pencalonan tersebut melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Parlemen memiliki kewenangan untuk memberikan persetujuan atau menolak kandidat yang disampaikan Presiden sebelum proses penetapan Gubernur BI definitif dilakukan.
Destry bukan sosok baru di jajaran pimpinan bank sentral. Ia telah menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sejak 2019 dan kembali dipercaya untuk periode 2024–2029. Sebelum berkarier di BI, Destry memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi, perbankan, penelitian, hingga lembaga keuangan.
Selain menyampaikan calon Gubernur BI, pemerintah juga menyerahkan sejumlah Surat Presiden lain kepada DPR yang berkaitan dengan pengisian jabatan pada lembaga negara serta pencalonan perwakilan diplomatik Indonesia.
Pengajuan Destry sebagai calon tunggal kini membuat proses penetapan Gubernur BI definitif memasuki tahapan di parlemen. Perkembangan tersebut turut mendapat perhatian karena posisi Gubernur Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas moneter, nilai rupiah, serta kepercayaan terhadap kebijakan bank sentral.



Tinggalkan Balasan