Webekspres – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem di Bali selama masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba. Masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana selama periode tersebut.
BMKG Bali memperkirakan masa pancaroba berlangsung dua hingga tiga dasarian atau sekitar 30 hari. Namun, durasinya dapat berbeda di setiap wilayah, bergantung pada Zona Musim (ZOM) masing-masing.
Atmosfer Tidak Stabil Selama Transisi
Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Al Roniri, menjelaskan kondisi atmosfer selama pancaroba cenderung tidak stabil karena sedang mengalami transisi musim. Akibatnya, cuaca ekstrem bisa muncul dalam waktu singkat dan berubah-ubah.
“Maka dari itu, potensi terjadinya bencana hidrometeorologi juga berpeluang tinggi, seperti tanah longsor, banjir, dan lain-lainnya,” kata Aminudin, Kamis (5/11/2026).
Cuaca ekstrem bahkan sudah mulai melanda Bali. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Minggu (1/11/2026) hingga Senin (2/11/2026) menyebabkan puluhan pohon tumbang dan longsor di sejumlah titik di Pulau Bali.
Musim Hujan Mundur akibat El Nino
Secara nasional, BMKG memprediksi awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada November dan Desember 2026. Sebelumnya, BMKG memperkirakan musim hujan tahun ini mundur dari rata-rata klimatologisnya.
Kemunduran tersebut dipicu fenomena El Nino berintensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang meningkatkan suhu udara serta mengurangi potensi curah hujan di Indonesia sepanjang musim kemarau 2026. Kekeringan ekstrem akibat kedua fenomena itu turut memengaruhi jadwal musim hujan. BMKG menyebut sekitar 61 persen wilayah Indonesia mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian, atau 20-30 hari, akibat pengaruh El Nino,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/10/2026).
Lebih Singkat, tetapi Lebih Lebat
BMKG menyebut awal musim hujan di Indonesia tidak terjadi serentak. Wilayah yang mulai memasuki musim hujan pada November mencakup 24 persen luas daratan Indonesia, sedangkan pada Desember mencakup 17 persen luas daratan.
Selain datang lebih lambat, musim hujan tahun ini juga diperkirakan berlangsung lebih singkat dengan karakteristik curah hujan yang lebih lebat.
- Alamat Webekspres Karawang
- Jasa Aplikasi Perusahaan Karawang
- Jasa Artikel SEO Karawang
- Jasa Digital Marketing di Karawang
- Jasa Iklan Google Karawang
- Jasa Iklan Meta Karawang
- Jasa Pelatihan IT Karawang
- Jasa Pembuatan Aplikasi di Karawang
- Jasa Pembuatan Software di Karawang
- Jasa Pembuatan Website di Karawang
- Jasa Pembuatan Website di Kecamatan Pangkalan
- Jasa SEO Karawang
- Jasa Software Perusahaan Karawang
- Jasa Website Company Profile Karawang
- Jasa Website Industri Karawang
- Jasa Website Perusahaan Karawang
- Kantor Webekspres Karawang
- Masa Media Sosial Karawang
- Perusahaan IT Karawang
- Perusahaan Startup Karawang
- PT Webekspres Teknologi Indonesia



Tinggalkan Balasan